SainsScience

Jangan berhenti mencari tahu!

SainsScience

Jangan berhenti mencari tahu!

SainsScience

Jangan berhenti mencari tahu!

SainsScience

Jangan berhenti mencari tahu!

SainsScience

Jangan berhenti mencari tahu!

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Agustus 2012

Material Teringan di Dunia


sciencespacerobots.com


Musim panas ini kita dihibur oleh aksi-aksi menegangkan atlet Olimpiade London 2012. Citius, Altius, Fortius, atau lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat menjadi slogan utama perhelatan internasional yang telah diadakan sejak 1894 itu. Namun, bersamaan dengan ajang unjuk kekuatan fisik para atlet di London, Inggris, para ilmuan di Hamburg, Jerman ternyata juga unjuk kejeniusan dengan ciptaan mereka, yaitu material nanokarbon teringan di dunia.
Material nanokarbon teringan yang diberi namaaerographite ini diklaim hanya berbobot 0,2 miligram per sentimeter kubik. Bobot ini hanyalah seperempat bobot material teringan di dunia kedua, yaitu nickel-phosphorus microlattice, yang diciptakan oleh peneliti dari Amerika tahun lalu. Bila dibandingkan dengan udara, maka bobot aerographite enam kali lebih ringan! Wow!
Para peneliti nanoteknologi telah melakukan penelitian dengan karbon nanotube selama bertahun-tahun. Beragam ciptaan pun telah dihasilkan, dari sepeda super ringan, hingga keperluan medis. Para peneliti Jerman awalnya ingin menciptakan material yang kuat serta mampu menjadi konduktor yang baik. Untuk itu mereka menghubungkan cabang-cabang dari karbon nanotube agar membentuk jaringan. Secara mengejutkan material ini ternyata juga memiliki bobot yang sangat ringan. Hmm, bonus temuan rupanya.
Walau ringan, aerographite memiliki struktur seperti foam, jadi tak mungkin digunakan untuk membuat alat-alat berat seperti mobil balap atau pesawat tempur. Kemampuannya untuk menghantar listrik dengan baik, dan kemampuan kompresinya yang mencapai 95%, memungkinkanaerographite untuk digunakan dalam pembuatan baterai atau komponen elektrik seperti kapasitor.
Menariknya, 99,99% dari satu sentimeter kubik dari aerographite merupakan udara. Anehnya lagi, udara tersebutlah yang membuat material baru ini berbobot. Normalnya, material menjadi ringan karena mengandung udara, seperti halnya di stereofoam atau permen kapas. Namun tidak diaerographite karena karbon nanotube-nya enam kali lebih renggang dibandingkan kerapatan molekul udara. Jadi bila udara yang ada di dalam aerographite dikeluarkan, maka ia akan melayang.
Hmm... Kapan ya aerographite ini bisa diaplikasikan secara nyata. Jangan-jangan kita bisa membuat rumah terbang dari bata teringan di dunia. Tertarik? (businessweek.com

http://intisari-online.com/

Dilema Pengemudi Pada Teknologi


Suatu hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa tiga perempat penduduk Amerika Serikat merasa takut ketika teknologi yang digunakan dalam kendaraan mereka terlalu banyak, karena dapat mengganggu bahkan membahayakan.
Penelitian yang dilakukan oleh Harris Interactive, sebuah perusahaan jajak pendapat di AS, ini mengumpulkan informasi dari 2,634 penduduk AS berusia lebih dari 18 tahun. Temuan yang menarik lainnya adalah 60 persen dari individu-individu tersebut juga merasa lebih aman dalam berkendara ketika teknologi yang digunakan semakin modern.
Tentunya dua temuan dari satu penelitian yang sama tersebut menunjukkan adanya kontradiksi yang unik. Di satu sisi mereka merasa teknologi dapat membantu dalam urusan keamanan, namun di sisi lain juga dianggap dapat mengganggu, di sisi keamanan juga.
Keselamatan, berdasarkan penelitian ini, memang mendapat perhatian besar penduduk AS. Perhatian terhadap pentingnya keamanan ini meningkat seiring usia, yaitu, 71 persen pada 18-35 tahun dan 79 persen pada penduduk berusia lebih dari 67 tahun.
Selain takut mengganggu saat berkendara, 62 persen dari mereka juga takut jika semakin banyak teknologi yang digunakan, maka semakin besar juga perusahaan dapat mengetahui bagaimana dan di mana mereka berkendara. Mereka takut privasi mereka hilang.
Kontradiksi lainnya adalah mengenai hiburan, apakah perlu sebanyak mungkin atau malah seminimal mungkin. Enam puluh satu persen merasa bahwa saat berkendara mereka tidak harus selalu tersambung dengan jaringan dan perangkat hiburan. Namun, dengan jumlah yang hampir sama, yaitu 58 persen dari responden menyatakan bahwa mereka memang perlu tersambung dengan hiburan ataupun koneksi internet.
Apabila melihat adanya dilema tersebut dari sisi keamanan, maka dapat dijelaskan bahwa mereka memang merasa membutuhkan teknologi, tapi khusus untuk perangkat keamanan seperti kamera belakang, sensor pejalan kaki, dan sistem peringatan blind spot (titik di saat kendaraan yang berada di dekat kita tidak terlihat oleh kaca spion). Kebutuhan akan perangkat hiburan dan koneksi internet tidaklah sebesar kebutuhan akan perangkat keamanan.
Apakah keberadaan teknologi dalam sebuah mobil akan menentukan seseorang membelinya? Jawabannya tergantung usia. Enam puluh tujuh persen dari mereka yang berusia 18-35 tahun dan 63 persen dari mereka yang berusia 36-49 tahun membeli mobil karena adanya teknologi yang tertanam di dalamnya. Bandingkan dengan kelompok yang lebih tua, berusia 50-66 tahun, hanya mencapai angka 46 persen. (TechNewsDaily)

http://intisari-online.com/

Pohon Buatan Penghasil Energi Listrik




Piezoelektrik adalah konsep sederhana untuk menghasilkan listrik yang berasal dari tekanan. Perusahaan 'Solar Botanic' telah menggunakan persis makna dari istilah itu, dalam rangka menciptakan sumber daya energi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan cahaya, panas dan angin.

Dalam Perancanganx, 'Solar Botanic' selaku perusahaan yg memiliki ide tsb, menggunakan NanoLeaves sebagai Teknologi unggulan pd Piezoelektrik Tree.

Mungkin selanjutnya anda akan bertanya apa itu Nanoleaves dan bagaimana cara kerjanya? sehingga dpt disebut teknologi unggulan.

Teknologi NanoLeaves

Cara kerja: ketika kekuatan dr luar, seperti angin yg menghembuskan dedaunan [dengan volume sedikit ataupun banyak]. Pd saat itu juga, tekanan mekanis muncul di daun, ranting, tangkai dan cabang.

Proses ini kemudian dapat menghasilkan jutaan watt Pico yg secara efisien akan diubah menjadi listrik. Dengan begitu, semakin kuat angin maka energi yg dihasilkan akan semakin banyak.

Nanoleaves juga dapat mengkonversi cahaya tak terlihat, yang dikenal sebagai cahaya inframerah atau radiasi. Dengan kata lain, Cara kerja Nanoleaves adalah memanfaatkan radiasi matahari dan Angin sebagai sumber energi.

Manfaat

Dengan adanya Teknologi NanoLeaves, Kita diharapkan mampu Meningkatkan kesadaran pemeliharaan terhadap Lingkungan, membantu mengurangi pemanasan global dan membawa energi lebih dekat ke rumah.

http://sainsnews.blogspot.com/

Sabtu, 11 Agustus 2012

Mengejar Halilintar


Mengejar Halilintar

Menggunakan kamera beresolusi tinggi di belakang truknya, Tim Samaras memburu badai di kejauhan. Mampukah ia mengabadikan petir yang sedang beraksi?

OLEH GEORGE JOHNSON
FOTO OLEH CARSTEN PETER
Untunglah ada marka jalan bertakik di sepanjang bahu jalan, karena Tim Samaras tidak dapat terus  memperhatikan jalan.
Saat itu musim panas dan dia mengendarai mobil pikap Denali hitam besar yang penyok-penyok bekas hujan es batu. Mobil ini menarik sebuah trailer berukuran lima meter yang dilengkapi kamera berkecepatan tinggi dan peralatan elektronik lainnya. Sebuah komputer jinjing dipasang di sisi kanan kemudi, dan dengan satu tangan di kemudi dan satunya lagi di tombol bola gulir, Samaras memperhatikan sebuah peta radar cuaca di Oklahoma Panhandle. Sekumpulan warna—merah di tengah dikelilingi lapisan jingga, kuning, hijau dan biru—menunjukkan sebuah badai kilat yang sedang terbentuk di timur laut kota Boise.
“Beberapa petir hebat mulai terjadi,” katanya, ketika melihat beberapa silang kuning kecil di radar. Dia kembali melihat komputernya, di mana sebuah jendela sedang menelusuri posisi kami dengan GPS. Lalu terdengar suara roda beradu marka jalan yang bertakik, dan dia dengan tenang mengarahkan laboratorium berjalan ini kembali pada jalurnya.
Bersama serangga yang kerap menabrak kaca mobil dan retakan kaca yang perlahan semakin membesar, kami melewati kota Boise, mengikuti badai bergerak ke timur ke arah Guymon. Di depan kami, awan berbentuk kembang kol. Pertanda klasik adanya aliran naik udara hangat dan basah yang memisahkan butiran air bertenaga negatif dan partikel es bertenaga positif (tak ada yang tahu dengan pasti bagaimana). Lalu, menciptakan potensi berjuta voltase—seperti yang baru saja meledak di langit di hadapan kami.
“Apakah kamu barusan melihat serangan tadi?” tanya Samaras. Lalu, datang serang­an berikutnya, dan berikutnya. Dia menahan kacamata bacanya dengan gigi, yang dipa­kai ketika melihat radar, namun dilepasnya ketika melihat ke jalan. “Apakah kamu melihat bagaimana badai itu berpusat tepat di sana? Itulah yang kita inginkan.”

http://nationalgeographic.co.id/

Rabu, 08 Agustus 2012

Riwayat Peramban Anda Bisa Diakses JavaScript

Situs-situs yang pernah anda kunjungi yang tersimpan dalam peramban atau web browser anda bisa diakses tanpa sepengetahuan dan seijin anda.

Pengendusan Riwayat Peramban

Kode JavaScript yang disebarkan oleh berbagai situs serta penyedia layanan iklan online memanfaatkan kerentanan peramban untuk menentukan situs mana yang pernah dan belum anda kunjungi, menurut penelitian baru yang dilakukan oleh para ilmuwan komputer di Universitas California, San Diego.

Para peneliti mendokumentasikan kode JavaScript yang diam-diam mengumpulkan informasi berbagai situs yang pernah dikunjungi oleh penguna Web melalui "history sniffing" atau "pengendusan riwayat" dan mengirim informasi tersebut melalui jaringan. Walaupun pengendusan riwayat serta potensi implikasinya terhadap pelanggaran privasi telah didiskusikan dan didemonstrasikan, penelitian baru menyediakan analisis empiris pengendusan riwayat pada Web yang sesungguhnya untuk pertama kalinya.

"Tak seorang pun tahu jika siapa saja di Internet menggunakan pengendusan riwayat untuk mendapatkan informasi pribadi situs-situs kunjungan para pengguna. Yang mampu kami tunjukkan ialah bahwa hal tersebut mungkin dilakukan," tutur Profesor ilmu komputer UC San Diego Hovav Shacham. Para ilmuwan komputer dari UC San Diego Jacobs School of Engineering mempresentasikan studi ini pada bulan Oktober dalam Konferensi Computer and Communications Security 2010 (CCS 2010) dalam makalah yang berjudul, "An Empirical Study of Privacy-Violating Information Flows in JavaScript Web Applications".

Pengendusan Riwayat

Pengendusan riwayat terjadi tanpa sepengetahuan atau seijin anda dan mengandalkan pada fakta bahwa peramban menampilkan tautan atau link ke situs-situs yang telah anda kunjungi berbeda dari yang belum anda kunjung: normalnya tautan yang sudah dikunjungi berwarna ungu, dan yang belum dikunjungi berwarna biru. Kode JavaScript pengendusan riwayat yang dijalankan pada sebuah halaman Web mengecek apakah peramban anda menampilkan tautan ke alamat situs tertentu dengan warna ungu atau biru.

Pengendusan riwayat bisa digunakan oleh para pemilik situs web untuk mengetahui situs pesaing mana yang telah atau belum dikunjungi oleh para pengunjung. Pengendusan riwayat bisa juga disebarkan oleh berbagai perusahaan pengiklan untuk membangun profil pengguna, atau digunakan oleh para penjahat online untuk mengumpulkan informasi untuk serangan pengelabuan atau phishing berikutnya. Misalnya, dengan mengetahui situs-situs bank mana saja yang anda kunjungi akan menginformasikan halaman bank palsu mana yang akan ditampilkan selama serangan pengelabuan yang ditujukan untuk mengumpulkan informasi login akun bank anda.

"JavaScript merupakan sesuatu yang mengagumkan, bahasa skrip tersebut memungkinkan berbagai hal seperti Gmail dan Google Maps serta tumpukan aplikasi-aplikasi Web 2,0; tapi skrip itu juga membuka banyak kerentanan keamanan. Kami ingin masyarakat luas tahu bahwa pengendusan riwayat mungkin dilakukan, hal itu memang terjadi di luar sana, dan banyak orang yang rentan terhadap serangan ini," kata profesor ilmu komputer UC San Diego Sorin Lerner, seperti yang dikutip dari Physorg (03/12/10).

Versi terakhir Firefox, Chrome, dan Safari sekarang memblokir serangan-serangan pengendusan riwayat yang dimonitor oleh para ilmuwan komputer. Namun Internet Explorer tidak memberikan perlindungan terhadap pengendusan riwayat. Pokoknya siapa pun yang tidak menggunakan versi terakhir peramban yang secara berkala di-update juga rentan terhadap serangan tersebut.

Mengetahui Pengendusan Riwayat

"Kami membangun mesin aliran data dinamis bagi JavaScript untuk melacak pengendusan riwayat. Saya tidak tahu intstrumen praktis lainnya yang dapat digunakan untuk melakukan studi luas ini," kata Dongseok Jang seorang mahasiswa ilmu komputer bergelar Ph.D UC San Diego yang mengembangkan teknologi JavaScript monitoring ini. Para peneliti berencana untuk memperluas penelitian mereka dan mempelajari informasi apa yang dibocorkan oleh aplikasi-aplikasi  pada media sosial dan situs-situs Web 2,0 lainnya.

Para ilmuwan komputer tersebut mencari pengendusan riwayat pada halaman-halaman depan 50.000 situs web teratas menurut peringkat situs global Alexa. Mereka menemukan bahwa 485 dari 50.000 situs teratas memeriksa properti style yang bisa digunakan untuk menduga riwayat peramban. Dalam 458 situs, 63 mentransfer riwayat peramban ke dalam jaringan. "Kami mengkonfirmasi bahwa 46 di antaranya benar-benar melakukan pengendusan riwayat, salah satu dari situs-situs tersebut berada di peringkat 100 teratas Alexa," seperti yang ditulis oleh para ilmuwan komputer UC San Diego dalam makalah CCS 2010 tersebut.

Perspektif Pengendusan Riwayat

Para ilmuwan komputer mengatakan bahwa pengendusan riwayat tidak seberbahaya bagi privasi atau identitas anda seperti program-program jahat (malware) yang dapat mencuri informasi perbankan anda atau keseluruhan profil Facebook anda. Namun, menurut Shachan, "pengendusan riwayat memungkinkan setiap situs yang anda kunjungi untuk bisa melacak kebiasaan browsing anda di situs lainnya, tak peduli apakah kedua situs tersebut memiliki keterkaitan bisnis atau tidak."

Untuk melihat bagaimana pengendusan riwayat dalam prakteknya anda bisa mengunjungi: http://www.whatthe … aboutyou.com.

"Saya pikir mereka yang telah meng-update atau mengganti peramban mereka sekarang mungkin harus khawatir dengan hal-hal selain pengendusan riwayat, seperti menjaga agar Flash plug-in mereka tetap yang terbaru agar supaya mereka tidak dieksploitasi. Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa perusahaan-perusahaan yang telah berkecimpung dalam pengendusan riwayat 60 persen populasi pengguna saat ini yang rentan terhadap hal itu mendapatkan karcis masuk gratis," ujar Shacham.

Melacak Pengendusan Riwayat

Alat pendeteksi pengendusan-riwayat UC San Diego menganalisa JavaScript yang dijalankan pada halaman untuk mengidentifikasi dan melabelkan semua instance ketika riwayat peramban sedang diperiksa. Cara sistem tersebut melabelkan setiap potensi kegiatan pengendusan riwayat dapat dibandingkan dengan tinta atau cat yang ditambahkan pihak bank ke tas-tas uang yang dicuri.

"Segera setelah JavaScript mencoba melihat semua warna tautan, kami segera memberi "cat" terhadap kegiatan itu. Beberapa situs mengumpulkan informasi tersebut tapi tak pernah mengirimkannya ke jaringan, jadi masih ada semua "cat" ini dalam peramban. Namun, dalam kasus lain, kami mengamati "cat" dikirim ke jaringan yang mengindikasikan bahwa pengendusan riwayat sedang terjadi," jelas Lerner. Para ilmuwan komputer hanya menganggapnya sebagai pengendusan riwayat jika informasi riwayat peramban dikirim melalui jaringan ke sebuah server.

"Kami mendeteksi ketika riwayat peramban diperiksa, dikumpulkan pada peramban tersebut dan dikirim ke jaringan dari peramban tersebut ke server-server mereka. Apa yang kemudian dilakukan server-server tersebut terhadap informasi itu merupakan spekulasi," kata Lerner.

Pendekatan pengendusan "cat" untuk memonitor JavaScript bisa digunakan lebih dari sekadar pengendusan riwayat, jelas Lerner. "Hal tersebut bisa berguna untuk mengetahui informasi apa yang sedang dibocorkan oleh aplikasi-aplikasi di berbagai situs Web 2,0. Banyak aplikasi-aplikasi ini menggunakan tumpukan JavaScript."

Oleh karena itu sangat disarankan bagi anda untuk secara rutin meng-update peramban yang anda gunakan demi keamanan dan privasi anda di Internet.

Informasi lebih lanjut bisa anda temukan di: An Empirical Study of Prvacy-Violating Information Flows in JavaScript Web Applications.

from : http://sainspop.blogspot.com/

Teknologi Fisika Kesehatan Arkeologi & Fosil Biologi Hewan Astronomi & Antariksa Bahasa Psikologi Sains Lainnya Jumat, 12 November 2010 Laptop dan Ketidaksuburan: Cara Duduk Berpengaruh

Mendekatkan kedua kaki menghasilkan panas skrotum yang tak diinginkan ketimbang panas laptop itu sendiri.

Laptop dan Ketidaksuburan: Cara Duduk Berpengaruh

Jika para pria bisa mencari cara untuk mengoperasikan komputer laptop dengan kaki agak terbuka, mereka mungkin bisa membatasi resiko ketidaksuburan, menurut temuan penelitian baru.

Memposisikan kaki tetap renggang ketika menggunakan laptop tidak akan menghasilkan panas berlebihan pada bagian skrotum ketimbang mendekatkan kedua kaki, para ilmuwan melaporkan temuan tersebut lewat internet di Fertility and Sterility pada tanggal 8 November 2010. Menempatkan pelindung di bawah laptop nampaknya tidak membantu mengatasi panas tersebut.

Skrotum yang panas bukan bahan tertawaan. Testis pada umumnya 2 atau 4 derajat Celsius lebih dingin dari temperatur standar tubuh yang merupakan lingkungan unik kondusif terhadap sifat pembelahan cepat sel-sel sperma. Memanaskan bagian tersebut bisa memicu tekanan oksidatif, memperlambat gerakan sperma dan mengurangi kemampuan mereka untuk membuahi sebuah telur selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, kata Edmund Sabanegh yang merupakan seorang urolog di Klinik Cleveland di Ohio. Demikian seperti yang dikutip dari ScienceNews, (10/11/10).

Dalam studi baru tersebut, urolog Yefim Sheynkin dari Universitas Stony Brook di New York dan para koleganya mendaftarkan 29 pria berumur 21 hingga 35 tahun untuk berpartisipasi dalam tiga tes di mana setiap pria mengoperasikan sebuah komputer laptop di atas pahanya selama satu jam. Tes pertama memerlukan pendekatan kedua paha ketika menggunakan laptop tersebut. Tes kedua membutuhkan posisi yang sama tapi dengan pelindung terpasang di bawah laptop. Tes ketiga memperkenankan para pria untuk meregangkan kaki mereka pada sudut 70 derajat ketika mereka menggunakan laptop dengan pelindung untuk menahan laptop yang cukup lebar untuk menjangkau kedua kaki dan menstabilkan komputer itu.

Setiap pria menyelesaikan ketiga tes tersebut, tapi hanya melakukan satu tes per hari. Sebelum setiap eksperimen, sensor-sensor merekam temperatur skrotum tiap-tiap relawan dan merekam setiap perubahan selama sesi tes.

Penggunaan laptop pada ketiga tes meningkatkan temperatur skrotum pria secara signifikan dari waktu sebelum tes, tapi menjaga kaki tetap terbuka membatasi kenaikan ini sekitar 1,4 derajat Celsius selama waktu tes. Ketika kaki dirapatkan temperatur naik 2,2 derajat jika menggunakan pelindung dan 2,3 derajat tanpa pelindung.

Lebih lagi, butuh waktu rata-rata 28 menit bagi temperatur skrotum untuk naik 1 derajat Celsius ketika para pria meregangkan kaki mereka, tapi hanya 14 menit untuk meningkatkan temperatur seperti itu ketika mereka mendekatkan kaki mereka dengan pelindung dan 11 menit tanpa pelindung.

"Mendekatkan kaki seperti kebanyakan orang menggunakan laptop memang nampaknya merupakan yang terburuk," tutur Sabanegh. "Hal ini sangat masuk akal."

Pelindung laptop yang juga disebut laptop pads atau trays dijual di internet dan di toko komputer atau alat-alat perkantoran walaupun pada umumnya tidak begitu protektif, kata Sheynkin. Dia merekomendasikan bahwa para pria menempatkan laptop di atas meja yang memungkinkan mereka untuk bebas menggerakkan kaki mereka dan menghindari terjebak pada posisi tunggal untuk periode yang cukup lama.

Sabanegh mengatakan bahwa banyak pria sudah memahami resiko peningkatan temperatur skrotum. Walaupun panas seperti itu tidak selalu menjadi masalah utama bagi pasangan yang memiliki masalah kesuburan, itu merupakan bagian konseling. "Aku akan mengatakan kepada mereka, 'Cobalah untuk menjadi sehat di segala bidang yang bisa anda lakukan.' Hal itu berarti berhentilah menaruh laptop pada pangkuan anda, berhentilah menggunakan bak mandi panas dan hal lain seperti itu."

http://www.fertstert.org/article/S0015-0282(10)02689-0/abstract

Komputer Yang Dikendalikan Pikiran

Teknologi komputer yang dikendalikan pikiran mengambil satu langkah ke depan bersama Intel dengan pengembangan komputer yang dikendalikan pikiran.

Pemindaian Otak


Contoh pemindaian fMRI. Foto: Wikipedia

Saat ini, komputer yang dioperasikan oleh tenaga otak memerlukan penggunanya untuk menggerakan kursor pada layar secara mental, akan tetapi komputer yang baru akan dibuat secara langsung membaca kata-kata yang dipikirkan oleh sang pengguna.

Para ilmuwan Intel sedang memetakan aktifitas otak ketika orang memikirkan kata-kata tertentu, dengan cara mengukur aktifitas di sekitar 20.000 lokasi di otak. Alat yang digunakan untuk melakukan pemetaan saat ini adalah pemindai Pencitraan Resonansi Magnetik yang mahal, sama seperti yang digunakan di berbagai rumah sakit, tapi peneliti senior di Intel yaitu Dean Pomerlau mengatakan bahwa peralatan yang lebih kecil yang akan dikenakan di kepala sedang dikembangkan. Setelah aktifitas otak dipetakan komputer akan bisa menentukan kata apa yang sedang dipikirkan dengan mengidentifikasi pola-pola otak yang sama dan perbedaan di antaranya.

Pomerlau mengatakan bahwa kata-kata menghasilkan aktifitas di bagian-bagian otak yang berhubungan dengan apa yang direpresentasikan oleh kata tersebut. Jadi, memikirkan kata tentang makanan seperti apel menghasilkan aktifitas di bagian-bagian otak yang berhubungan dengan rasa lapar, di lain pihak sebuah kata yang terasosiasi secara fisik seperti sekop, menghasilkan aktifitas di wilayah-wilayah yang berhubungan dengan korteks motorik untuk menghasilkan pergerakan fisik menggali. Dengan cara ini komputer dapat menyimpulkan sifat sebuah kata untuk mempersempit dan dengan cepat mengidentifikasinya.

Sebuah prototipe yang sudah bisa berfungsi, sudah dapat mendeteksi kata-kata seperti rumah, obeng dan lumbung, tapi dengan perkembangan pemindaian otak yang lebih canggih, kemampuan komputer untuk memahami pikiran akan meningkat.

Jika rencananya berhasil, para pengguna bisa menjelajahi internet, menulis surel dan menjalankan aktifitas di komputer hanya dengan cara memikirkannya. Direktur Laboratorium Intel Justin Ratner mengatakan bahwa jelaslah bahwa manusia tidak lagi dibatasi oleh penggunaan papan tuts/keyboard dan tetikus/mouse, dan pembacaan pikiran merupakan antarmuka pengguna yang terbaik. Dia mengatakan bahwa dia yakin masalah-masalah yang menyangkut privasi bisa ditanggulangi.

Orang-orang normal pengguna komputer mungkin enggan untuk mengadopsi teknologi yang mengoperasikan komputer dengan membaca pikiran mereka, akan tetapi di lain pihak, mereka yang tidak bisa menggunakan papan tuts atau tetikus karena cacat seharusnya tahu bahwa teknologi baru ini memberikan mereka kebebasan dan kesempatan lebih untuk berkomunikasi.

from : http://sainspop.blogspot.com/

Ponsel Anda Menceritakan Tentang Anda

Dalam dunia forensik hp, orang-orang dalam memiliki nama untuk semua informasi pribadi yang secara sadar maupun tak sadar tersimpan dalam telepon genggam anda. Mereka menyebutnya "sidik jari digital".

Ponsel Anda Menceritakan Tentang Anda

Dengan peralatan yang tepat serta akses langsung ke ponsel anda, siapa saja dapat menyadap rincian pribadi kehidupan anda: sms, foto-foto, tweet, facebook, janjian anda, tempat olahraga favorit anda, atau bahkan apa yang kamu makan semalam.

"Anda bisa mengetahui segalanya tentang seseorang melalui ponselnya," tutur Amber Schroader, pemilik Paraben of Pleasant Grove, Utah, yang membuat perangkat lunak forensik bagi para penyelidik dan masyarakat umum. "Anda dapat melihat video-video YouTube mereka, situs-situs yang mereka jelajahi, gambar-gambar mereka. Orang-orang kecanduan akan telepon genggam mereka, jadi ini merupakan informasi terkini dan paling berharga yang tersedia mengenai seseorang."

Walaupun perusahaan-perusahaan nirkabel dan pihak lainnya telah lama bisa melacak lokasi hp dari jauh, masih belum jelas informasi lainnya yang bisa diakses dari jauh. Akan tetapi para penyelidik forensik telah lama mengetahui bahwa penyimpanan data biografis dapat dikumpulkan ketika mereka memiliki akses langsung ke peralatan-peralatan genggam. Bahkan sebelum penemuan arsip pelacakan lokasi yang diperlihatkan oleh para peneliti minggu ini telah ditemukan pada iPhone, para penyelidik telah mengumpulkan data dari smartphone Apple.

"Kami menganalisa iPhone sejak diluncurkan," kata Christopher Vance, spesialis forensik digital di Marshall University's Forensics Science Center, yang bekerja dengan agensi penegak hukum baik swasta maupun negri di Virginia Barat.

Vance dan laboratoriumnya membantu mengambil data dari iPhone termasuk catatan panggilan, hasil pencarian peta dari aplikasi Google Maps, grafik-grafik yang tersimpan di tembolok peramban, bahkan catatan tentang apa yang telah diketikkan ke papan kunci virtual iPhone.

"Ada banyak sekali informasi penting pada iPhone," tuturnya.

Tak semua orang senang akan betapa gampangnya membuat hp mengungkap rahasianya. Apple telah menghiraukan permintaan terus menerus terhadap komentar akan arsip pelacakan, bahkan ketika para anggota Konggres mulai menanyakan pertanyaan mengapa Apple melacak para pengguna teleponnya dan apa yang dilakukannya terhadap informasi tersebut. Lagi pula para advokat privasi memperingatkan bahwa mengambil data dari hp seseorang tanpa ijinnya merupakan satu langkah turun lagi di jalan yang sudah bermasalah.

"Ini bukan telepon genggam - ini adalah telepon sadap," tutur John M. Simpson, direktur Consumer Watchdog's Privacy Project. "Para konsumen harus memiliki hak untuk mengontrol apakah data mereka dikumpulkan dan bagaimana itu dipergunakan.

"Orang-orang tidak menyadari tentang tambang emas data tentang kehidupan mereka yang ada di dalam hp mereka," tambahnya. "Harus ada proses pembelajaran agar supaya orang-orang akan mulai memahaminya."

Para advokat privasi mengatakan bahwa penyingkapan arsip pelacakan iPhone menggarisbawahi kebutuhan akan hukum dan perundang-undangan baru untuk menentukan jenis dan jumlah informasi yang dapat dikumupulkan peralatan bergerak. Sebagai tambahan terhadap arsip pelacakan iPhone, telah dibuka bahwa iPhone milik Apple dan telepon Android milik Google secara teratur mengirmkan data lokasi ke kedua perusahaan tersebut.

"Saya melihat lereng licin," kata Sharon Goott Nissim, perwakilan privasi konsumen di Electronic Privacy Information Center, sebuah kelompok advokasi konsumen. "Ketika pengumpulan data sudah dilakukan, lebih sulit lagi untuk menghentikan para penegak hukum memperoleh akses terhadapnya. Cara untuk menghentikan ini ialah menghentikan pengumpulan tersebut pertama-tama."

Dari pengalaman selama bertahun-tahun, sekarang para penyelidik telah memiliki pemikiran yang lebih baik daripada pemilik telepon mengenai data apa yang dapat mereka dapatkan secara legal dari telepon para konsumen. Arsip pelacakan lokasi iPhone tersebut "telah terbang di bawah radar untuk sesaat," kata Sean Morrissey, CEO Katana Forensics. "Bagi para penyelidik forensik, itu merupakan hal yang baik. Anda tak ingin menyampaikan pada orang jahat bahwa anda bisa mendapatkan informasi tersebut dari teleponnya.

"Kami tahu sebagian besar data nantinya akan terdapat pada peralatan bergerak," katanya.

Para penyelidik forensik telah lama bisa mengambil daftar koneksi, rekaman panggilan dan pesan singkat dari ponsel. Akan tetapi smartphone seperti iPhone telah secara signifikan meningkatkan jumlah datanya. Bagian tersebut berkaitan dengan bertumbuhnya penggunaan konsumen terhadap peralatan seperti itu dan semakin banyak aplikasi yang tersedia untuk peralatan itu.

Schroader, yang firmanya menawarkan alat pengambilan data forensik senilai $199 yang disebut iRecovery, mengatakan walaupun para penyelidik telah dapat menjelajahi jeroan ponsel selama bertahun-tahun, pertumbuhan kapasitas smartphone berarti perubahan besar dalam jumlah data pribadi sekarang mudah didapatkan.

"Kami telah membuat alat-alat ini yang mendukung iPhone, Windows Mobile dan Android selama bertahun-tahun, namun penyimpanannyalah yang mengubah segalanya," katanya. "Hp jadul anda memiliki penyimpanan beberapa MB. Sekarang kita berada pada tingkat GB, dan akhirnya akan berada pada terabyte. Lebih lagi jika kita bekerja sama dengan penegak hukum, yang menerjemahkannya ke lebih banyak bukti, yang membuat kami semua sangat senang."

from : http://sainspop.blogspot.com